Aku Pulang

Posted: May 19, 2013 in DISCERNING

(Sekilas perenungan dari perjalanan ke Jepang & Korea Selatan, 8-23 April 2013)

Aku, Eva, untuk pertama kalinya memberanikan diri pergi jauh seorang diri, hanya membawa bekal pas-pasan dalam carrier 35 liter.

Dua hari pertama di Jepang, sekitar separuh perbendaharaan yen-ku ludes. Padahal aku masih harus bayar ferry buat nyeberang ke Korea Selatan yang adalah sekitar setengah dari apa yang tersisa. Artinya, aku punya 5 hari untuk ngelanjutin jalan-jalan di Jepang dengan budget sangat minim.

Jadwalku sangat padat. Meleset sedikit bisa fatal akibatnya. Gak terduga, kakiku lecet parah, sedikit melepuh dan bengkak kena sepatu. Ini salah satu faktor yang bikin aku gak bisa jalan lebih cepat. Udah diakalin pake plester masih juga terasa perih. Bonus bentol-bentol dan perih di muka akibat terbakar matahari. Masih ada bonus penyakit bulanan yang dialami semua wanita, di musim semi yang luar biasa dingin di Korea Selatan. Ditambah angin kencang dan sesekali hujan.

Antara menyesuaikan jadwal, berusaha menemukan tujuan di tempat yang sama sekali asing, bertanya pake bahasa ala kadarnya, ditambah dompet yang tipisnya keterlaluan, bener-bener menguras pikiran dan tenaga.

Kesasar itu udah biasa. Bete karena gak ngerti orang ngomong apa juga udah jadi makanan sehari-hari. Badan protes karena kedinginan atau kelaparan pun mesti tetep nyemangatin diri sendiri. Karena perjalanan ini adalah pembelajaran buatku.

Aku belajar untuk lebih teliti lagi dalam mempersiapkan sesuatu. Aku belajar bergantung penuh sama Tuhan dan belajar percaya kalo gak semua manusia itu membahayakan. Aku belajar kalo nitip barang atau minta oleh-oleh sama solo backpacker adalah sangat merepotkan. Aku dapat banyak teman baru, melihat tempat-tempat baru, menyerap kearifan lokal yang pasti bikin aku jadi bertumbuh lebih dewasa.

Gak jarang aku dianterin orang ke tempat tujuan waktu aku kesasar. Dibagi roti buat sarapan sama ibu dan anak dari Perancis. Dikasih senyuman tulus yang bikin rasa dongkolku menguap entah kemana. Berusaha berbagi kebaikan sama turis lain yang butuh bantuan. Sempat bertoleransi dalam kekuranganku sama mahasiswa seni yang jualan perhiasan hasil karyanya. Yang jelas aku mengucap syukur banget akhirnya dua minggu bisa dilewati dengan baik.

Selama dua minggu sendirian dengan segala keterbatasan, aku kangen Indonesia. Banget.

 

Pulang ke Indonesia, aku bahagia gak ketulungan rasanya. Tapi..

Aku mulai kangen sama ketertiban orang-orang Jepang dalam berlalu-lintas, membuang sampah, dan mengantri. Aku kangen sama kejujuran mereka. Aku kangen sama pengetahuan dan kecintaan mereka pada sejarah dan budaya mereka yang diajarkan sejak dini. Aku kangen sama udara sejuk bebas polusi. Aku kangen sama kepedulian mereka terhadap orang lain. Asli kangen…

Sambil makan nasi uduk pake pete goreng dan sambel oncom, aku bertanya-tanya gimana caranya supaya Indonesiaku yang gak kalah keren dari negara lain ini bisa menerapkan nilai-nilai luhur kayak yang aku kangenin itu?

Aku pulang… dan berusaha memberkati Indonesia melalui apa yang sudah aku pelajari…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s