Day 8: Lakudo

Posted: October 27, 2012 in INDONESIA, SULAWESI, SULAWESI TENGGARA (South East Sulawesi)

23 Desember 2011

Oya, semalam kami ke Wantiro juga. Makan pisang kipas & minum saraba. Padahal sebelumnya abis makan pisang goreng, bareng sama Gidhi, teman dari Kendari yang lagi tugas disini, yang makan pisangnya semangat banget. Katanya, “soalnya aku suka pisang.” Ini pisang emang enak banget sih. Di Wantiro, kami ketemu sama Izzy, temennya Anton yang kenal di kapal waktu Anton kesini bulan Juni lalu. Kami kenalan juga sama beberapa teman Izzy. Kami jadi tau, orang-orang kalo naik kapal kelas Ekonomi, biasanya mulai dari Jakarta udah nyariin tempat buat temen-temen satu daerahnya. Makanya pas sampe Surabaya, temen satu daerah udah tinggal nempatin barak, gak harus rebutan lesehan di selasar-selasar kapal.

Pagi ini, Izzy ngajakin main ke kampung halamannya di Lakudo. Jam 9 kami naik ferry ke pulau Muna. Harga tiket Rp 4.500,-/orang. Motor Rp 6.000,-. Izzy dateng telat ke pelabuhan & ketinggalan ferry, jadi dia nyusul naik speedboat. Kalo speedboat gak terjadwal kayak ferry. Begitu udah 10 orang, langsung berangkat.

Kami nungguin Izzy sebentar di pelabuhan pulau Muna (Waara), lalu perjalanan dipandu Izzy dan temannya, Andi, juga si kecil Arif, yang tinggal di rumah Izzy. Disini cuma ada 1 SPBU, jadi kami ngisi bensin dulu karena perjalanan bakalan panjaaang. Dari kemaren sampe hari ini, teman-teman pada protes kalo boncengin aku. Berat katanya. Ihiks.. trus aku berjanji mau nurunin berat badan.

Sekali lagi aku dibuat terpana sama pemandangan pantai yang indaaahhh. Bener-bener kayak yang kembaranku, Josh, bilang: “tropical paradise”. Kayak sesuatu yang keluar dari dalam mimpi. Dataran disini keliatan luas dan kosong. Kata Izzy tadinya mo dijadiin lapangan terbang, tapi gak jadi. Banyak juga sapi Bali yang lagi merumput. Dari pantai yang indah itu, kami diajak ke pemandian dalam gua: Lakaedu. Tempatnya cukup terpencil. Airnya tawar (udah dicicipin Anton). Agak serem karena letaknya agak masuk hutan dan dalam gua begitu, tapi seru kalo sama teman-teman.

Sebelum kami melanjutkan perjalanan naik speedboat ke pulau lain, kami diajak singgah untuk istirahat sebentar di rumah Izzy. Sepanjang perjalanan yang lumayan jauh, pemandangannya keren. Mungkin kalo aku gak mingkem, bisa ngiler saking terkagum-kagum. Orang kota yang jadi katrok di desa… ckckck…

Lagi-lagi, dermaga nan indah memanggil-manggil minta difoto. Rumah Izzy persis di jalan dermaga itu. Disana kami disuguhi nangka (yang enak banget), nanas, dan makan siang. Keluarga Izzy menampung anak-anak kecil yang orang tuanya pergi merantau untuk mencari nafkah, termasuk si Arif. Udah kayak panti asuhan aja. Rame anak-anak kecil lari kesana-kemari. Dan hari itu hari Jumat, jadi kami nunggu Izzy dan Andi pergi Jumatan dulu di masjid dekat situ. Sandal jepitku dipinjem Izzy, soalnya kalo pake sandal bagus, bisa ilang katanya. Oh, klasik…

Sebelum kami pergi lagi, Izzy bilang, mumpung disini kami mesti mandi di laut. Karena tadi kami berangkatnya buru-buru, kami gak bawa baju ganti. Jadilah dipinjemin bajunya Izzy. Perjalanan berlanjut naik speedboat ke sebuah pulau tak berpenghuni. Banyak keong bagus-bagus. Kami foto-foto, ngemil dan main air sedikit. Berikutnya kami mo lanjut ke pulau di seberangnya yang ada tempat mandinya di sebuah danau. Pas speedboat kami kesana, baling-baling mesinnya nyangkut tali budidaya rumput laut. Terkatung-katunglah kami di lautan di tengah hujan yang semakin deras. Anton ketauan banget gak bisa berenang nih. Dari tadi tiap kapalnya goyang-goyang udah teriak-teriak takut kecebur.

Kami terjebak di wilayah budidaya rumput laut yang bagaikan labirin di lautan ini. Entah jalan kapalnya sebelah mana. Semuanya tali-tali bertebaran dimana-mana… Mau dipotong gak tega, tapi kami juga setengah mati cari jalan keluar. Setelah beberapa kali tersangkut, mendayung, nanya sama orang gak ramah, akhirnya kami berputar cukup jauh menghindari tali-tali itu. Anton bilang, “untung bukan aku yang ngatur. Kalo aku, bisa-bisa kita kehabisan bensin di tengah laut. Soalnya beli bensinnya nge-pas. Hahaha…”

Bebas dari jeratan tali-tali cinta para petani rumput laut, kami kembali menuju dermaga dekat rumah Izzy. Kami liat beberapa burung camar lagi cari makan, liat gerombolan ikan kecil-kecil pada lompat… Berdoa juga biar ujannya brenti. Abis serem banget sih awannya hitam pekat. Gak lama kemudian, awan gelap kayak disingkapkan, langit kembali cerah, perlahan sinar matahari mulai kelihatan lagi.

Setelah “mandi” (bilas doang sih), kami ngemil sukun goreng, roti coklat bawa dari Bau-bau, sama minum teh anget. Pulangnya, sekitar jam 7 malam, aku sama Izzy naik angkot gahol, sementara Anton boncengan naik motor menuju pelabuhan.  Tadi Andi pulang duluan, jadi motornya Izzy dititipin orang di pelabuhan. Angkotnya pake lampu kelap-kelip, sound system yang saingan sama mobil-mobil underground (tapi lagunya remix dangdut). Udah gitu, angkotnya ngebut gak karuan sampe motor Anton gak keliatan. Aku jadi kuatir, mereka naik motor dengan kondisi ban agak kempes. Jalannya jelek berlubang-lubang, trus gelap pekat pula. Ternyata beneran, Anton yang jauh ketinggalan di belakang berdoa saking terlalu mengerikan. Jawaban doa dateng gak lama kemudian: ada mobil nyalip mereka, tapi terus jalannya rada pelan, jadi lampu di bagian belakang mobil itu lumayan bisa ngasih penerangan jalan buat mereka.

Di pelabuhan, kami nunggu ferry jam 8 malam. Jam 9 malam kami sampai di Bau-bau. Sebelum pulang, Anton nemenin aku cari apotek Roza, di jl. Yos Sudarso (pantai Kamali). Beli Imboost Force (vitamin favoritku kalo bepergian) & vipro G. Beli cream soup lagi di KFC. Begitu sampe rumah, ujan deras turun. Makan diterangi lampu darurat karena mati lampu. Pas mo mandi, ternyata andukku jatuh dari jemuran, kotor & basah deh. Ganti baju, trus langsung bobo.   Tips: males pake topi? Pake jaket yg ada tudungnya. Kalo gak suka bau asap rokok dan polusi, pake masker.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s