Mubarak, Tato Salib, Teriakan Xena & Emergency Midnite Shopping

Posted: October 26, 2012 in EGYPT, ISRAEL, JORDAN

Cairo International Airport.

Masih takjub kalo ternyata aku udah sampe di Mesir. Negeri yang selalu menghiasi mimpi-mimpiku sejak aku masih SD. Tapi bayangan tentang padang pasir, onta, orang-orang suku Bedouin, piramid, mumi firaun, Cleopatra, harta karun, tulisan-tulisan hieroglif di batu-batu & kertas-kertas papirus… smua masih samar karena aku ternyata ada di sebuah kota besar…

Menghirup udara segar winter begitu kluar dari airport🙂 suhu sekitar 10 derajat celcius, angin gak terlalu kenceng, tapi yang jelas ini abis ujan. Dijemput sama pihak travel agent setempat, kenalan sama tour leader lokal kami: Melad, tour guide lokal yang berbahasa Indonesia: Amir, & supir bus: Mamdu. Belajar sedikit bahasa Arab yang jadi bahasa pengantar disana.

To say welcome: “Ahlan wa sahlan”;

to say hello: “azayak”;

to say thank you: “syukran” (jawabnya: “afwan”).

Trus diajarin yang paling penting buat rombongan tour: “yala, yala” yang artinya “ayo, ayo”, dan jawabannya “mashi, mashi”.

Jalanan sedikit banjir, tapi Amir gak mau ngaku, dia bilang, “di Mesir tidak ada banjir… ini hanya tergenang” *es we te* apa bedanya coba? Biarin lah, yang penting semua jadi ketawa. Dalam perjalanan ke tempat makan (Chinese food, karena kami orang Indonesia yang mungkin gak cocok sama makanan padang pasir :P), aku bisa liat kota Heliopolis yang terkenal itu… trus betapa terpesonanya aku waktu lewat di daerah Gyza. Piramid!! Gak cuma 1 pula! Abis itu masih dikejutkan sama pemandangan sungai Nil yang luar biasa indah… mirip sama Manhattan di tepi sungai… gak kayak bayanganku: kali Code di tengah padang pasir.

Kami ditawari untuk pergi ke istana negara & ngobrol sama presiden Mubarak. Aku shock, “bisa ya?”, Amir jawab, “bisa, karena ini negara demokratis”. Aku langsung mikir kira-kira mau tanya apa sama om Mubarak. Yang terlintas sih ini, “apa visimu buat negara ini? Dan apa rencanamu untuk mengusahakannya?” Gue banget ya?😀 hahaha… sayang sekali rombongan ini sepertinya gak tertarik untuk kesana. Padahal aku bener-bener kepengen ketemu langsung sama orang yang punya kapasitas kepemimpinan sehebat itu. Tapi kemudian… setelah aku sampe Indonesia, ada insiden berdarah disana gara-gara demonstrasi yang menuntut lengsernya Mubarak. Kenapa sih harus brutal gitu?😥

Amir cerita kalo di Mesir, orang Kristen dikasih tato tanda salib di salah satu pergelangan tangan mereka. Jadi orang-orang Kristen disana gak mungkin pindah agama atau yang kata orang disebut “murtad” (walo menurutku definisi murtad adalah meninggalkan Tuhan dan memilih menjadi orang kafir yang gak percaya Tuhan).

Kendaraan khas disini namanya tok tok, mirip sama bajaj. Di Kairo pun masih banyak wilayah yang terlihat kumuh kayak di Jakarta. Cuma warnanya aja yang beda. Aku bilang warna, karena orang-orang disana jarang nge-cat bagian luar rumahnya yang terbuat dari batu putih. Kalopun di cat, warnanya ya mirip-mirip, krem pucet gitu deh… ato coklat. Disana rata-rata rumahnya berbentuk flat alias rumah susun. Tanah mahal😀

Kita bisa pesen souvenir berupa kaos yang dibordir nama pake huruf hieroglif. T-shirt harganya USD 12, kalo polo shirt USD 14. Kalo cewek, aku saranin beli kalung aja. Liontinnya yang dicetak nama kita pake huruf hieroglif. Liontin silver harganya USD 20, kalo mau disalut emas jadi USD 30. Keren lho. Yang beli cuma dikit karena pas liat sample-nya mereka merasa itu jelek, tapi pas liat punyaku udah jadi & langsung kupake, semua yang batal pesen jadi menyesal… rasakan.. hahaha…

Sampe di resto, aku terpesona lagi. Menunya adalah satu set lengkap kayak orang dateng kondangan mejaan: sup, nasi, sayur, daging (ikan, ayam, sapi), teh cina, soda, acar & jeruk. Tapi semua kluarnya hampir bersamaan. Kaget juga waktu supnya kupikir pake mie, ternyata pakenya spaghetti. Dan sepertinya pada kelaparan karena pada brutal. Buset deh, kupikir orang2 tajir lebih beradab daripada ini😛 ternyata tajir tidak menjamin …

Penutupnya luar biasa, tiba-tiba musik padang pasir yang di remix menggema… sepasang penari mulai menghebohkan suasana. Serasa dateng sweet seventeenan, pake polonize segala, tapi pake teriakan khas Xena! Lalu aku tertawa melihat orang-orang tajir ini menari dengan gilanya… sambil ikutan juga sih… kapan lagi coba?

Abis itu kami dibawa ke tempat pembuatan kertas papirus. Ada demo sedikit sambil dijelasin cara pembuatannya. Ternyata luar biasa. Perlu waktu yang lama buat menghasilkan kertas papirus yang berkualitas. Makanya mahal. Diluar mungkin ada yang lebih murah, tapi gak jaminan terbuat dari batang papirus asli, karena bisa dibuat tiruannya pake pelepah pisang. Disini gak ada yang beli, tapi kami dikasih gulungan kertas papirus asli yang bertuliskan 10 Perintah Allah dalam bahasa Ibrani dari travel agent🙂

Setelah capek seharian, malem itu pimpinan travel agent, Hany Peter, menyapa kami di bus dan bilang besok siang atau malam bakal makan bareng kami di St. Catherine. Makan bersama adalah bentuk penghormatan orang Mesir pada tamunya. Lalu kami diantar ke Cataract Pyramid Resort, tempat kami istirahat malam itu.

Aku dapet SIM card Mobinil, yang akhirnya aku manfaatin buat telpon babeh, the best daddy in the whole universe (yang reaksinya gak sesuai sama harapanku sebenernya… sepertinya dia berharap aku menikmati tour aja, gak usah musingin ngasih kabar ke rumah). Tapi karena itu aku jadi kenal lumayan baik sama Melad & Amir. Amir yang gelo karena becandaan ngajak aku menikah, yang akhirnya seluruh rombongan tau & heboh luar biasa.

Kami dikasih tag nomor kamar supaya bellboy bisa nganterin lugage kami ke kamar masing-masing, trus kami bisa istirahat.

Ternyata perjalanan belum berakhir, lugage oma gak ketemu. Sepertinya ketinggalan di airport. Setelah menghubungi beberapa pihak, oma harus beli beberapa baju, in case lugage-nya gak ketemu. Karena aku yang nongol di lobby & ngerasa kasian juga, akhirnya aku nemenin oma belanja, bareng Melad & Amir. Luar biasa juga nih, cowok-cowok muda itu rela nemenin muter-muter di pusat perbelanjaan, bahkan sampe ke toko underwear & bantuin nawarnya! Gentlemen? I think they are… Pas nyebrang jalan pun Melad ngulurin tangannya, bilang, “give me you hand” & gandeng aku sampe seberang jalan🙂 ah, kapan aku punya pacar ya…? *menyimpang dari topik*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s