Dream Comes True

Posted: October 26, 2012 in EGYPT, ISRAEL, JORDAN

Pagi ini kami ke Bethlehem. Kota ini masih termasuk wilayah damainya Israel-Palestina. Lewat penjagaan ketat juga, paspor kami diperiksa (eh, petugasnya ganteng!). Guide kami disini namanya Nael, artinya rajin. Di Bethlehem ada tembok sepanjang 925m, tingginya 40m yang mengelilingi 52 desa. Di balik tembok itu ada kubur Rahel, istrinya Yakub alias Israel. Ada juga universitas terbesar dan terbaik di Timur Tengah yang dibiayai Vatikan (gratis lho).

Three Archer –shopping. Orang Kristen di Bethlehem mencari nafkah dari souvenir, hotel & resto. Jadi sebaiknya kalo mau memberkati mereka, nawarnya gak usah kebangetan deh. Disini udah diskon 20% juga. Trus rata-rata untuk pembelian diatas USD 100 bisa dapet VAT refund, tapi jangan lupa minta nota VAT refund biar ntar pas keluar dari Israel bisa diambil duitnya. Souvenir ukiran kayu ada 3 grade. Yang grade 1 adalah pure handmade, grade 2 campuran handmade + mesin, grade 3 buatan mesin. So, jeli dalam membeli ya. Tips shopping: apa yang mau dibeli silakan dibeli mumpung ada waktu shopping, tapi gak usah kalap. Soalnya masih ada tempat shopping lainnya yang bakal dikunjungi, ntar keburu duitnya abis.

Nativity Church. Gereja ini punya pintu yang kecil, jadi kita mesti nunduk kalo mau masuk. Disana ada palungan tempat bayi Yesus diletakkan. Gereja ini adalah salah satu gereja yang dibangun oleh Santa Helena, yang waktu jaman penjajahan gak dihancurkan karena ada ukiran 3 orang Majus di atas pintu masuknya.

Gloria in Excelsis Deo. Familiar dengan kalimat itu? Kalo mulai deket-deket Natalan pasti sering denger😀 Kali ini aku bisa liat tempat dimana nyanyian para malaikat itu pertama kali dikumandangkan, Padang Gembala. Zaman dulu para gembala bisa menggembalakan domba sampe berminggu-minggu. Mereka bermalam di gua. Waktu itu aku belajar, Tuhan memberitakan kelahiran Yesus pertama kali pada para gembala yang kemudian pergi melihatNya. Artinya, orang-orang yang rendah hati & sederhana seperti para gembala itulah yang akan bisa menerima berita sukacita dari para malaikat.

Di dekat perbatasan, kami makan masakan Indonesia. Enak nih, kokinya sengaja belajar masak di Bandung setaon sih. Aku rada kalap makannya, apalagi om Subur ternyata bawa sambel bawang bu Rudy (yang khas Surabaya itu).

Next destination: Bukit Zaitun. Ganti guide yang orang Israel, namanya Khaled, artinya live forever. Hampir aja aku manggil dia Mr. Vampire, the immortal man. Guide favoritku. Dia belom terlalu lancar berbahasa Indonesia (maklumlah, baru 1 minggu belajar, masih bawa contekan), dan dia bilang sama aku, “your language is so difficult to learn,” trus aku bales aja, “so is yours…”. Hahaha, ketawa bareng… tapi penjelasannya bener-bener bisa meresap (in English of course). Mungkin karena dia orang yang sungguh-sungguh deket sama Tuhan & biasa bawa tour rohani. Auranya bapak-bapak banget, jadi serasa jalan bareng bokap.

Kami ngelewatin jalan palem, dimana Yesus dielu-elukan di Yerusalem. Trus kami ke gereja yang dibangun di tempat Yesus diangkat ke surga. Di dalam gereja itu, ada batu dengan cap telapak kaki, yang dipercaya sebagai telapak kaki Yesus. Atap gereja yang tadinya terbuka, ditutup sama penjajah karena mereka pikir Yesus jadi gak bisa kembali lagi kalo atapnya ditutup *es we te*

Di Bukit Zaitun juga ada Gereja Pater Noster. Di dalamnya ada Doa Bapa Kami dengan ratusan versi bahasa. Indonesia termasuk yang paling banyak nyumbang bahasa nih, ada Jawa, Sunda, Batak, Toraja… Buat yang merasa bahasanya belom tercantum, kesana gih, trus minta ditulisin juga.

Jalan kaki menuju gereja Dominus Flevit. Ngelewatin kompleks kuburan orang Yahudi. Kalo mau dikubur disitu mahal nian, soalnya orang Yahudi percaya kalo Mesias akan datang kembali tepat dari arah atasnya kompleks itu. Jadi disanalah pusat dimana orang-orang akan dibangkitkan. Kalo dari tempat lain, ngegelinding dulu kali sampe sana, baru bangkit…😛 Dominus Flevit artinya God cry. Disana Yesus menangisi kota Yerusalem yang udah berlumuran dosa. Dari sini keliatan jelas banget seluruh kota Yerusalem & lembah Kidron. Aku sempat liat tanaman aneh penuh duri yang mengerikan, trus bertanya-tanya apakah gerangan itu. Tiba-tiba Khaled bilang, “ini tanaman yang dibuat mahkota duri, yang ditancapkan di kepala Yesus.” Perih bener hatiku waktu denger itu. Duri-duri jahanam sepanjang sekitar 5 cm dengan jarak rentang gak sampe 1 cm, menusuk kepala Tuhanku.

Selama ini aku selalu berdoa memberkati Israel. Kan siapa yang memberkatinya akan diberkati tuh🙂 jadi setiap hari aku inget-inget biar jangan sampe gak memberkati Israel. Hari ini aku dapet kesempatan luar biasa. Berdiri menghadap kota Yerusalem, mengangkat kedua tanganku ke arahnya & secara langsung memberkatinya. Just like a dream comes true. Saking bahagianya, aku masukin offerings lumayan banyak *btw, air mata maunya ikut-ikutan meriahin aja nih*

Ngomong-ngomong offerings, kita masuk ke gereja-gereja tanpa dipungut biaya. Tapi untuk pemeliharaan gedung dll kan butuh duit tuh, jadi buat yang tergerak ngasih persembahan, berilah seberapa Tuhan menggerakkan hatimu. Rata-rata pada ngasih USD 5 – USD 20, gak wajib segitu juga kok. Tips: Siapin sejumlah uang khusus buat kasih persembahan, biar dateng kesini bukan cuma shopping, tapi juga buat memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s